--> VicPethouse: info | Find Anything about your pets here

(Find Anything about your pets)


Showing posts with label info. Show all posts
Showing posts with label info. Show all posts

Monday, 8 February 2016

OSCAR, PRIMADONA IKAN HIAS AIR TAWAR

OSCAR, PRIMADONA IKAN HIAS AIR TAWAR

cara memelihara ikan hias oscar
Ikan Oscar (Astronotus ocellatus) merupakan favorit penggiat ikan hias seluruh dunia

Apa yang anda pikirkan ketika mendengar nama Oscar? Bisa jadi ajang penghargaan terkenal untuk para pelaku film yang terkenal seantero jagad, atau nama petinju legendaris yang mempunyai julukan The Golden Boy, atau malah karakter kartun yang hidup di gurun, selalu bertingkah konyol yang sering kita lihat di layar kaca. Kalau itu semua yang terlintas di pikiran anda, mohon maaf, anda salah besar. Yang akan kita bicarakan kali ini adalah spesies ikan yang sangat eye-catchy, memiliki warna yang menakjubkan, tingkah laku yang lucu, dan kecerdasan diatas rata - rata.
Ikan Oscar begitu orang banyak menyebutnya. Ikan yang bernama latin Astronotus ocellatus ini berasal dari perairan sungai Amazon. Meskipun begitu, ikan Oscar sangat populer di seluruh dunia. Ia merupakan primadona bagi para penggiat ikan hias, khususnya ikan air tawar untuk dijadikan koleksi di dalam akuarium mereka. Ikan ini berbentuk oval, dengan bentuk mulut seperti orang mencibir. Terdapat beberapa variasi warna pada ikan ini, seperti oranye, hitam, merah, ataupun albino. Dengan sisik berukuran kecil, kulit mereka nampak seperti beludru, dan ikan dapat berumur hingga 16 tahun lamanya. Warna yang menarik, gerak –geriknya yang elegan, dan kecerdasannya merupakan daya tarik yang luar biasa bagi para penggemarnya.
Seperti yang telah dijelaskan tadi, ikan Oscar sangatlah cerdas. Ikan ini merupakan salah satu atau mungkin satu – satunya jenis ikan yang dapat dilatih dan juga mereka dapat mengenali atau membedakan perawat / pemiliknya. Ikan karnivora ini sangat aktif dan lincah dalam bergerak, terutama pada saat diberi makan. Namun, meski karnivora dan sangat aktif, kita dapat memberinya makan langsung lewat tangan. Ikan ini sangat bersahabat, tetapi perlu perhatian dan perlakuan ekstra terutama masalah kebersihan akuarium dan kualitas air.
Ikan ini memiliki nafsu makan yang amat besar, ini berakibat pula pada seringnya ia buang kotoran, sehingga kita perlu mengganti air lebih sering daripada ikan jenis lainnya. Untuk soal makanan, ikan ini tidak rewel bahkan cenderung rakus. Ia memakan apa saja yang diberikan. Beku, kering, ataupun yang masih hidup dan segar tidak masalah bagi dia. Ia dapat mengenali tangan orang yang sering memberi ia makan. Dan kemudian dapat dilatih untuk berguling - guling dulu sebelum makan dan dapat diajari untuk menciumi tangan kita. Ikan Oscar sangat penuh perhatian, sering menuntut, dan terkadang berlaku manja.
Ikan Oscar tumbuh cukup cepat, terutama yang jantan, mereka dapat tumbuh hingga 35 cm panjangnya. Namun, dalam akuarium, ukuran maksimum yang biasa ditemui adalah sekitar 20 – 25 cm. Maka dari itu, perlu ukuran akuarium yang cukup besar untuk menampung ikan ini. Ukuran 75 – 100 gallon cukup untuk menampung Oscar dewasa, tetapi jika masih muda ukuran 30 gallon sudah cukup untuknya. Meskipun tidak terlalu agresif, ikan ini memiliki rekor yang buruk untuk dikumpulkan dalam 1 akuarium dengan ikan lain. Mereka akan cepat marah dan menjadi sangat agresif, karena sifat predasi yang dimilikinya. Sangat dianjurkan untuk menaruh sesama Oscar dalam akuarium atau menaruh ikan yang dirasa terlalu besar untuk dijadikan mangsa olehnya.
Ikan Oscar relatif lebih sulit dikembangbiakkan dibandingkan jenis ikan air tawar lainnya. Bagian tersulitnya ialah memasangkan si Oscar satu sama lain untuk berpijah. Namun, setelah keduanya berpasangan, relatif lebih mudah untuk proses pembiakan selanjutnya. Umur yang dianjurkan untuk ikan Oscar siap kawin ialah paling tidak berumur dua tahun. Apabila nda tidak ingin menunggu terlalu lama, belilah Oscar dewasa yang siap kawin beserta pasangannya atau yang sudah pernah kawin.
Itulah sekilas informasi tentang ikan Oscar yang sangat populer di dunia ikan hias seantero dunia, yang merupakan ikan hias air tawar yang paling cerdas, lucu, dan menarik untuk dilihat mata. Namun, sebelum itu kita harus dapat menyediakan tempat yang sesuai untuk tempat dia hidup, yaitu akuarium. Ada hal –hal yang harus andaketahui tentang seluk beluk akuarium sebelum anda memutuskan untuk memelihara ikan ini. Kualitas air, suhu air, kebersihan dan keindahan akuarium, dan sirkulasi yang tepat akan membantu mmenjaga mood ikan ini.

Semoga membantu. 

Saturday, 6 February 2016

HAL - HAL YANG HARUS DIKETAHUI OLEH PEMULA TENTANG AKUARIUM

HAL - HAL YANG HARUS DIKETAHUI OLEH PEMULA TENTANG AKUARIUM

memelihara ikan hias di akuarium
Memelihara ikan hias di dalam akuarium merupakan salah satu kegiatan yang dapat mengobati stress

Memelihara ikan hias di akuarium sangat murah biaya pemeliharaannya, bebas alergi, dan salah satu pilihan yang menarik untuk dapat kita coba jika ingin memelihara hewan. Namun, tunggu dulu! sebelum anda membeli beberapa ekor ikan sebagai peliharaan, ada baiknya anda memperhatikan cara – cara berikut untuk menata akuarium anda. Selain untuk tempat hidup yang nyaman, dan bersih untuk calon peliharaan anda, akuarium anda juga harus menarik untuk dilihat, sebagai sarana penghilang stress dikala pekerjaan anda sedang menumpuk. Saat ini, telah banyak tersedia peralatan – peralatan pelengkap akuarium yang membantu kita, terutama yang masih pemula untuk menciptakan akuarium yang nyaman, bersih, dan dapat memuaskan mata kita. Terutama perangkat utama akuarium, seperti contohnya tangki akuarium, penutup, lampu, heater dan termometer, dan filter dengan pompa udara ataupun tanpa pompa udara.
Yang pertama adalah tangki akuarium, disarankan untuk memilih ukuran diatas 20 gallon. Karena lebih banyak air di dalamnya, lebih sedikit resiko penurunan kualitas air dan suhu air, dan pada akhirnya dapat menghemat biaya untuk penggantian ikan akibat kematian. Ukuran akuarium yang lebih kecil sangat rentan terhadap perubahan kualitas air dan suhu air, sehingga dapat merepotkan kita, apalagi masih terhitung pemula dalam bidang ini. Kemudian yang kedua adalah faktor air, air ledeng dapat digunakan sebagai isi dari freshwater aquarium atau akuarium air tawar anda. Yang perlu diperhatikan adalah tentang pemberian klorin atau klorinasi. Pemberian klorin ini ditujukan untuk membunuh penyakit yang ada pada air, tetapi berhati - hatilah  dalam penggunaan ini. Apabila tidak tepat pemberiannya dapat juga membunuh ikan. Banyak bahan – bahan yang telah dijual yang berguna untuk menetralisir air yang telah diklorinasi. Namun, apabila ada bersabar klorin bisa menguap selama 1 hari dengan membuka tutup atas akuarium. Selain itu, ada beberapa bahan – bahan kimia lainnya yang dapat meracuni ikan anda, yang berasal dari alat – alat akuarium anda sendiri. Contohnya, adalah pipa tembaga lama (baca : tua) yang dapat membuat ikan anda terkontaminasi logam berat yang akhirnya dapat mati. Untuk penggantian air akuarium, seperti penjelasan diatas, lebih kecil ukuran akuarium, sebaiknya lebih sering kita menggantinya. Sebaliknya, jika ukuran akuariumnya agak besar berarti bisa lebih lama periode penggantian airnya. Acuannya adalah  untuk akuarium ukuran dibawah 20 gallon, diganti paling tidak antara 1 – 2 minggu sekali. Namun untuk mengganti air tidak perlu semuanya diganti, cukup 10 % - 30 % volume, kecuali apabila anda ingin membersihkannya.
Kemudian berikutnya adalah masalah filter atau saringan. Ada tiga jenis filter untuk akuarium, yaitu mekanis, kimiawi, dan biologis. Filter mekanis memiliki cara kerja membersihkan air dengan mengalirkan air lewat spons, kapas, ataupun busa yang harus diganti secara teratur. Filter kimiawi digunakan untuk menetralisir gas dan racun, dengan mengaktifkan partikel karbon. Sedangkan filter biologis digunakan untuk mencerna atau mengurai sisa –sisa tumbuhan, sisa –sisa bangkai ikan, ataupun sisa –sisa makanan. Filter ataupun saringan berguna untuk menjaga kualitas air tetap baik. Pemilihan filter untuk akuarium anda dapat berjalan optimal jika anda mengombinasikan dengan tepat antara ketiga jenis diatas, yang saling menguatkan satu sama lain. Kemudian yang tidak kalah penting adalah pompa udara, yang gunanya adalah untuk mengalirkan air, sehingga menciptakan kondisi sirkulasi oksigen seperti pada habitat aslinya untuk menjadikan air lebih sehat.
Selanjutnya adalah heater dan lampu penerangan. Fluktuasi suhu pada air di dalam akuarium sangat tidak disarankan untuk ikan, karena dapat memicu timbulnya stress pada ikan yang berakibat dapat menurunnya umur si ikan. Suhu air yang dianjurkan untuk ikan berbeda – beda tergantung spesiesnya. Namun, pada akuarium yang mempunyai ikan multi spesies, air yang lebih dingin biasanya dapat meminimalkan stress pada ikan dibandingkan yang lebih hangat. Dianjurkan untuk meletakkan akuarium jauh dari sumber panas, gunakanlah heater anda untuk menstabilkan suhu air. Jauhkan pula dari sinar matahari langsung, karena dapat memicu tumbuhnya alga, yang mengakibatkan akuarium menjadi kotor. Untuk pencahayaan, disarankan menggunakan lampu neon daripada bola lamupu atau bohlam, karena menghasilkan panas yang relatif sedikit. Apabila anda menemui kesulitan dalam memelihara ikan hias ataupun menata akuarium baru anda, datanglah ke pet shop terdekat untuk berkonsultasi atau Tanyalah kepada para penggiat ikan  yang lebih senior.

Semoga membantu.

Friday, 29 January 2016

CARA MENCEGAH KUCING PIPIS SEMBARANGAN

CARA MENCEGAH KUCING PIPIS SEMBARANGAN

pasir di dalam kotak harus bersih
Kebersihan Pasir merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap kenyamanan sang kucing



Ada banyak penyebab jika kucing buang air tidak dalam tempat yang seharusnya atau kotak pasirnya, dan salah satu sebab yang umum adalah bahwa itu merupakan salah satu cara kucing untuk “memberi tahu” sang majikan tentang permasalahan yang dihadapinya. Beberapa pemilik kucing pemula yang tidak mengetahui hal ini, mudah sekali menyerah menghadapi hal seperti ini. Bahkan, bisa dengan mudah memberikan sang kucing kepada orang lain ataupun menjualnya. Yang harusnya diketahui oleh pemilik pemula seperti contoh tadi ialah bahwa tingkah laku kucing yang seperti itu dapat dicegah dan diantisipasi, jika sang pemilik berusaha untuk memahami apa yang diinginkan si kucing. Membersihkan urine (mengganti pasir) sesegera mungkin merupakan hal yang sangat penting, sebab kucing mempunyai penciuman yang sangat sensitif. Jika si kucing buang air di tempat yang sama terus menerus dan tidak di dalam kotaknya, bisa jadi tempat tersebut telah ”ditandai” oleh kucing lain ataupun hewan lainnya.
Rekomendasi pertama untuk mengatasi masalah ini adalah membawa kucing tersebut ke dokter hewan. Periksakan kucing ke dokter hewan, mungkin tingkah laku tersebut dipicu oleh gangguan kesehatan yang dialami oleh si kucing. Jika ini adalah pertama kalinya kucing anda berbuat begitu, mungkin terjadi gangguan pada saluran urin atau gangguan pada saluran lainnya. Aspek lain untuk dipertimbangkan, ialah jarak antara kotak pasir dengan tempat kucing biasa buang air. Jika si kucing lebih memilih buang air tepat di dekat kotak pasir yang disediakan, bisa jadi ia tidak menyukai kotak pasir tersebut. Penyebabnya bermacam – macam, mungkin pasirnya kurang bersih, tempat atau kotaknya terlalu kecil atau sempit, mungkin juga ukuran kotaknya terlalu tinggi. Masalah sulitnya akses si kucing untuk merasa nyaman sangat mempengaruhi dalam kegiatan tersebut.
Ada strategi atau cara untuk mengatasi masalah seperti diatas, yaitu dengan menempatkan beberapa kotak pasir dengan berbagai ukuran. Idealnya, anda dapat menyediakan beberapa kotak pasir dengan ukuran yang berbeda -  beda ataupun dengan bentuk yang berbeda – beda. Kemudian amati kotak seperti apa yang ia lebih nyaman untuk buang air. Lakukan dalam jangka waktu minimal  1 minggu sebagai percobaan. Tetapi jangan lupa berlah perlakuan yang sama terhadap kotak – kotak pasir tersebut. Terutama, kebersihan pasir yang digunakan di dalam kotak pasir tersebut, serta untuk jenis pasir gunakan satu jenis saja.
Semoga Membantu.




Sumber : ezinearticles.com
photo : flickr.com
                              



Sunday, 1 June 2014

IDENTIFY RINGWORM IN PERSIAN CATS

IDENTIFY RINGWORM IN PERSIAN CATS

Courtesy : examiner.com



First of all, ringworm is NOT a worm, it is a fungus. Ringworm spores can travel great distances on air currents, and can be brought into your home and on your clothing/shoes. Basically, ringworm spores are everywhere in the environment, outside as well as inside our homes. Anyone who owns (or has owned) a Persian cat knows that at some time or another they will have to deal with ringworm. In our opinion, any cattery that says they have never had a case of ringworm may have failed to recognize the signs of infection in their cats.
Ringworm and Persian cats (and other long-haired breeds) go hand in hand. Especially, when bringing in a new cat or kitten. The stress of the move and the age of the cat, can all play a part in that new cat or kitten developing ringworm within 3-4 weeks of coming to a new home. The very young, the very old and immunosuppressed cats or kittens are at the highest risk of getting ringworm. Ringworm exposure is why it is imperative to isolate or quarantine a new Persian kitten or cat for at least 4 weeks to make sure that it has not developed ringworm and could potentially infect other household pets. Sometimes, a cat can be an asymptomatic carrier which means that it can have ringworm, but not show any signs of having it. However, a carrier sheds the spores and infects other cat(s) in the household. Ringworm is a zoonotic disease (can be transmitted from animals to humans).
If left untreated, ringworm can be very difficult to eradicate from a household the fungal spores can contaminate the environment a cat is housed in. Ringworm is a systemic disease which requires treatment with an oral medication as well as an anti-fungal dip (Lime Sulphur Dip) for the spores. Failing to use this two prong approach means that the Ringworm will not be fully eradicated !




Tuesday, 14 January 2014

DOG'S DISEASES

DOG'S DISEASES




There are several diseases in dogs that must be considered by the owners of dogs as pets, disease in many dogs are dangerous and some are not.

1. Leptospirosis

This infectious disease can’t  be taken lightly. Leptospirosis is very dangerous that require your attention to this infectious disease. Leptospirosis is caused by bacteria "Leptospira sp." that attacks the lymph, liver, eyes, nervous system, and can last a long time in the kidney. Symptoms of the disease include fever, pain in muscles, slow or less vibrant and diarrhea. Leptospirosis can spread in both humans and in other animals such as rodents through urine touches the patient incurred.

2. Rabies

Rabies or hydrophobia disease is the most malignant disease in animals because it can kill the animals affected. Rabies is a common disease that attacks wild dogs. Rabies is very dangerous because it can be transmitted to humans through the bite and can cause death if handled too late. The cause of rabies is rabies virus attacks the nervous tissue. Three groups / levels regarding this disease are :



  1. Stadium Melancholium resulting in the dog looks anxious, loss of appetite to drink and eat.
  2. Stadium Exitatie that in a few days can make dog bite anything, and run up to several kilometers away.
  3. Paraltycum the stage within a week can make a dog become paralyzed and die.


3. Parvovirus

Parvovirus disease caused by the virus 'Canine parvovirus type 2 (CPV-2)' which live attached around our environment, for example on clothes, cages, and other eating places. The virus is spread by cockroaches or other small insects. The symptoms that caused the form of vomiting, diarrhea, dysentery due to virus attacks the digestive tract. The disease is almost the same with diarrhea disease in humans. Only 10% of patients with this disease can survive. Dogs will lose a lot of fluids, blood vomiting and dysentery.

4. Hepatitis

Hepatitis in dogs is caused by a virus 'Canine Adeno Virus-1 (CAV-1'), which attacks the liver, kidneys and blood vessels walls through urine, feces and saliva. Hepatitis in dogs are different with hepatitis in humans, hepatitis in dogs can only be transmitted to dogs and doesn’t spread to humans. The symptoms include fever, loss of appetite, lethargy, vomiting, dysentery.

5. Canine Distemper

Canine Distemper Disease caused by 'parammyxco virus' that attacks the respiratory tract and spread to the local defense glands. Radius distribution can include the entire world, modes of transmission of this disease is through touch, and air. Usually a dog attack at a young age and adult dogs that immune systems are not good. This disease has the highest mortality rate, ie 80% of patients.
The symptoms: fever, restlessness, loss of appetite, diarrhea, mucus discharge, cough and pneumonia. Sometimes found red spots on the skin. Neurological signs include muscle spasms, convulsions, and paralysis.

6. Coronavirus

Coronavirus disease is caused by the "Corona viruses" that infect the gastrointestinal tract and cause great 'enteristis'. Corona infection usually causes only mild diarrhea, which is dangerous if it attacks simultaneously with the virus 'parvo' that can lead to death. that caused the symptoms are usually loss of appetite, lethargy and diarrhea were accompanied by a foul odor in the stool.

7. Parainfluenza

The cause of the disease parainfluenza is namely virus "Parainfluenza" that attacks the respiratory tract and can spread very quickly to other animals. Generally, if the infection is viral parainfluenza purely because the symptoms are mild or sub-clinical. But it could be worse if accompanied by infection "Bordetela". Symptoms are generally caused the cough and runny nose (rhinitis and bronchitis).

8. Pneumonia / Lung Inflammation

Pneumonia caused by a variety of viruses ranging from Parainfluenza, Bordetella bronchiseptica, Mycoplasma, Canine Herpes, Reovirus and Canine Adenovirus Type 2. Virus This virus attacks the respiratory tract, especially in young dogs when the weather is cold and windy. Symptoms are usually inflicted on nasal discharge, coughing and shortness of breath.

9. Skin Diseases

Skin disease in dogs is usually caused by fleas or mites, water bugs, bacteria and fungi. lice or mites cause itching on the skin of dogs and if scratched can cause injury. skin disease often attacks the dog in the rainy season due to contact with dirty water containing water bugs  and other germs. wounds infected by bacteria in worsening by the fungus on the skin.

10. Intestinal worms

Intestinal worms can attack any animal including humans. Generally worm that attacks are tapeworms and hookworms that can cause injury to the intestine. At first, the worms will take food in the intestine. But if the food is empty, worms will eat away at the walls of the intestine to cause injury and bleeding which released through feces.

Regular vaccination is a major step in preventing disease is a disease affecting dogs.